Monday, May 18, 2020

SEMUA LULUSAN SD TERTAMPUNG



SMP Reguler Turun 2.746 Siswa


WONOSARI (KR) - Daya tampung SMP cukup memadai dalam mendukung program wajib belajar. Meski turun menjadi 2.746 siswa untuk program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSBN) jumlahnya masih 8.874 kursi, sehingga dari lulusan SD sebanyak 10.588 anak dapat tertapung.

"Karena jumlah total daya tampungnya 11.620 kursi, sehingga jika bukan karena faktor letak, masih ada sekitar 1.000 kursi yang tidak akan terisi," kata Kabid Pendidikan Lanjutan Pertama (PLP) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Drs Kusmanto didampingi Kasi Kurikulum


Drs Supriyadi MPd kepada AK, Rabu (24/6).

Jumlah SMP negeri dan swasta termasuk MTs ada 135 sekolah. Dari jumlah tersebut ada 17 SMP yang sekarang ini sebagai sekolah rintisan berstandar nasional. Sementara baru ada dua SMP yang sudah RSBI. Masing-masing SMP 1 Karang-mojo dan SMP 1 Wonosari.

Untuk SMP 1 Wonosari meskipun baru tahun ini masuk RSBI langsung menerima lima kelas dengan, jumlah siswa 130 siswa. Sedangkan untuk SMP 1 Karangmojo menerima 24 kelas dengan jumlah 120 siswa. "Memang masih menerima kelas satu atau dua kelas reguler, tapi pembelajarannya dengan bilingual," kata Kepala SMP 1

Karangmojo Drs Agus Suryono MPd.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Nurasyid SH menyambut baik terpenuhinya daya tampung SMP. Dengan demikian akan menjamin program wajib belajar 9 tahun. Yang menjadi persoalan sekarang orangtua dan tokoh masyarakat diminta membantu mendorong masyarakat menyekolahkan anaknya.

Jangan sampai terjadi drop out lulusan SD. Karena soal biaya sekarang harusnya tidak menjadi masalah. SD dan SMP sudah menerapkan sekolah gratis untuk biaya operasionalnya. Kalaupun masih ada iuran di luar biaya operasional diharapkan tidak memberatkan masyarakat.

(Ewi)-n
Comments


EmoticonEmoticon