Showing posts with label entertainment. Show all posts
Showing posts with label entertainment. Show all posts

Monday, May 4, 2020

Hukuman Marcella Sisakan Dua Hari



JAKARTA - Artis, Marcella Zalianty, segera bebas. Sisa hukumannya hanya menyisakan dua hari lagi setelah menerima vonis hukuman tahanan 6 bulan dan 20 hari yang ditentukan majelis hakim diketuai Panusunan Harahap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Sebelumnya, Marcel - sapaan akrab Marcella - sudah mendekam di tahanansambil menjalani proses pengadilan sejak 5 Desember 2008 atau 6 bulan dan 17 hari. Dihitung sejak saat itu maka sisa hukumannya terhitung hari ini tinggal 2 hari saja.

Vonis 6 bulan dan 20 hari itu merupakan akibat dari jeratan pasal 333 ayat 1 KUHP tentang perampasan hak kemerdekaan orang lain. Hukuman itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang mengajukan hukuman 1 tahun dan 6 bulan tanpa dipotong masa tahanan.

Majelishakim dalam putusannya menerangkan iihwr Marce hanya terbukti terlibat pada dakwaan pasal 333 ayat I saja, sementara dua dakwaan lain; pasal 335 ayat I tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pasal 328 tentang penculikan tidak terbukti karena dari 18 saksi, torma.uk saksi ahli, yang ditiadakan di persidangan tidak satu Dun saksi membenarkan. "Hanya saksi korban (Agung Setyawan) saja yang membenarkannya," kata Panusunan.

Selain itu, majelis hakim menyebut tiga hill yang meringankan hukuman terhadap Marcel. Pertama karena dinilai masih muda dan seorang public figure, khususnya artis, masih bisa memperbaiki diri dan memberi contoh baik kepada orang lain. Kedua karena-sebelumnya tidak pernah dihukum pidana dan ketiga karena selalu bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan berlangsung.

Selain itu, hakim juga menyebutkan satu hal yang memberatkan hukuman yaitu tindakannya yang bersifat main hakim sendiri.

Atas putusan itu Marcel belum mengatakan dengan pasti apakah menerima atau akan banding. Dia mengaku akan konsultasi terlebih dahulu dengan kuasa hukum. Meski begitu, dia menyadari hukumannya tidak lama lagi. "Ya dua hari lagi ya. Alhamdulillah. Saya berterima kasih kepada Tuhan, orangtua saya, dan teman-teman saya yang telah mendukung saya dan semangat pada saya," ucap Marcel, usai sidang.

Berbeda dengan Tetty Liz, ibu kandung Marcel, yang seperti termakan emosi sehingga tidak bisa berpikir sehat. Saat hakim membacakan putusan dia histeris, menangis lalu tidak menerima hasil persidangan. Sambil menuji kendaraan, Tetty terus terusan diberitahu bahwa hukuman itu sudah dipotongmasa tahanan dan anaknya segera bebas.

Marcel sendiri mengaku tidak puas atas putusan tersebut. Dia merasa tidak melakukan pidana, hanya mentransfer uang Rp 100 ribu untuk bensin sepeda motor karyawannya yang juga menjadi terdakwa kasus yang sama. "Hanya untuk uang ben.vin motor yang dimana tidak ada bertujuan untuk melakukan tindak pidana. Saya tahu betul, saya tidak bersalah, saya tidak pernah melakukan atau memberikan sarana untuk melakukan sebuah tindak pidana," tegasnya.

Yang terpenting, kata Marcel, dalam waktu dekat segera berkumpul dengan keluarga dan terbebaskan dari belenggu diri dan batin sejak 6 bulan lalu. "Saya akan keluar dulu, saya akan menenangkan diri dulu. lalu kami akan diskusi, langkah apa yang akan kami ambil selanjutnya," ungkap perempuan kelahiran Jakarta. 7 Maret 1980. itu.(gen)

Yogi Menangis, Ingin Katakan Sesuatu

minum air

Padang, Singgalang Kondisi kesehatan Yogi Yo-handa, 13, penderita kanker tulang usai dioperasi Sabtu (2/2) lalu, sedikit menurun. Karena hasil rontgen dokter kemarin menunjukkan penyakit memati kan itu sudah menjalar pada jantung dan paru-parunya.

"Kata dokter sudah menjalar ke jantung dan paru-paru Yogi, kondisi itu terjadi karena kakinya terlambat diamputasi. Dokter menyuruh kami agar sama-sama mendoakan kesehatan Yogi," kata Sukesi ibu Yogi, yang dihubungi Singgalang ladi malam


Dikatakannya, kemarin sore alat bantu pernafasan Yogi, sempat dibuka sepertinya anak keduanya itu ingin mengatakan sesuatu. Ia memberi syarat dengan menangis, lalu perawat membuka alat bantu pernafasan tersebut untuk beberapa saat.

"Awalnya dia tampak gelisah, lalu perawat membuka alat bantu pernafasan Yogi. Tapi tak berapa lama nafasnya sesak, perawat kembali memasang alat tersebut, mereka menghibur Yogi, agar sabar dan tenang supaya cepat sembuh. Sepertinya Yogi mengerti dan dia berusaha untuktenang," sebut Sekusi.

Karena kondisinya masih belum stabil hingga kemarin Yogi, masih berada dalam perawata intensif di ruangan ICU RS. M. Djamil Padang.

Ia senantiasa ditunggu! sang nenek dan orangtuanya, yang selalu berdoa dan berharap kondisinya bisa kembali stabil, meski anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi.

"Kami selalu, berdoa kepada Tuhan agar Yogi cepat sembuh, dengan begitu kami bisa berkumpul kembali seperti sedia kala," ujar Nur, nenek Yogi, kmm

Saturday, February 16, 2019

Tata Homestay Wisata Dieng

GUNA memanfaatkan nilai tambah homestay (rumah penginapan) milik warga di Dieng, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara terus menata desa wisata di Dieng. Desa wisata inimemadukan antara homestay dan paket budidaya tanaman khas Dieng yaitu kentang dan purwaceng.

Kepala Bidang Pemasaran dan Usaha Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar), Tien Sumarwati mengatakan, upaya penataan ini agar perkembangan homestay di Dieng semakin terarah. Sebab selama ini perkembangannya cukup pesat. Bila pada tahun 2007 baru tercatat 14 homestay saat ini sudah mencapai 29 rumah.

"Kita terus tata, agar homestay yang menjadi bagian dari desa wisata ini semakin baik. Mulai dari kebersihan dan kerapian. Agar keberadaan home stay mendukung promosi wisata Dieng, sehingga dikunjungi turis asing maupun domestik," ujar Tien. Ia mengatakan homestay pada desa wisata ini tetap mempertahankan keaslian rumah penduduk setempat namun kesan bersih dan rapi dapat tercipta.

"Agar lebih menarik kita memadukan dengan paket budidaya tanaman purwaceng dan ken-tang yang menjadi ciri khas ta-naman di wilayah ini. Sehingga wisatawan benar-bnar menikmati alam desa, disamping keindahan Dieng."


Ngobrol Bareng Bojes AFI Siapkan Grup Band Baru

XPRESI dan Radio KPFM, Selasa (192) lalu, seharian penuh bareng cowok pemilik nama lengkap Jisin do Beaugeste atauyang akrab disapa Bojes. Mulai dari kunjungan ke Gedung Biru Kaltim Post, live on air di Radio KPFM Balikpapan, latihan di Mascara Studio bersama Gin Band, check sound di lokasi acara, sampai waktunya tampil menjadi bintang tamu acara Balikpapan Fair di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME) Balikpapan. Inilah obrolan kru Xpresi dan kru Radio KPFM, setelah sehari bersama Bojes dan road manager-nya. Yoga, (one)

Hallo Bojes, apa kabarnya? Hallo juga, .kabar Bojes baik-baik saja.Boleh ceritain dong kesibukan Bojes sekarang, setelah lepas dari Akademi Fantasi Indosiar atau AFI?

Aku sekarang lagi sibuk nyiapin grup band yang baru aku bentuk. Rencananya sih, bakal keluar sekitar April gitu.Wah, bikin grup band Ceritain dong tentang grup band barunya?

Nama grup band yang baru kubentuk itu, namanya Rockie band. Terbentuknya sih sekitar awal September 2007. Personilnya terdiri dari aku rBojes, Red) sebagai vokal, Yerry di posisi keyboard, Rizal di posisi gitar, Beben di posisi bass, dan Iwenk di posisi drum. Nama Rockie itu, terinspirasi dari film Rockie Balboa. Nah, di situ kita melihat sosok Rockie Balboa adalah orang yang kuat. Dalam artian, kita sih penginnya bisa menjadi grup band yang "kuat" dalam belantika musik. Selain itu, nama Rockie itu, kebetulan juga sama dengan hewan piaraan kesayang-anku, yang sekarang udah nggak ada. Jadi, kayak mengenangmu, hehe. Tapi, secara keseluruhan sih, artinya grup musik pop yang ada ngerock-ngerock juga.

Aliran musik apa sih yang nanti diusung sama Rockie?

Kita nggak terlalu mematok aliran apa yang akan kita usung. Jadi semua aliran musik, ada dalam grup band Rockie. Kita sih penginnya, semua orang yang mendengarkan lagu kita bisa menikmati semuanya. Jadi, kolo pengin dengar musik pop, ada di lagu Rockie,pengin dengann lagu yang ada musik rock-nya. juga ada di sini Tapi, kolo mayoritas sih aliran-nya pop rock. Yang jelas, lagu-lagu Rockie kita buat beda dan unik. Makanya, kah pengin tahu, nanti jangan sampai nggak dengarin dan beli kasetnya ya? Hehe.

Lagu-lagu yang ada di Rockie, siapa sih yang banyak dptain? Dan, terinspirasi dari mana aja lagunya?Untuk lagu-lagu di album Rockie ini, kebanyakan yang ny-iptain lagunya adalah pemain keyboard kami, namanya Yerry. Tapi, aku juga ada ciptakan satu lagu. Soalnya, aku belum bisa untuk ciptain lagu-lagu yang bertemakan cinta. Lagu yang aku ciptain itu temanya tentang sosial. Judulnya Do The Best.

Sekarang kan banyak banget pendatang baru di belantika musik, bagaimana pendapat dan strategi yang Bojes lakukan?Buat aku sih, yang penting ki ta tetap percaya diri aja. Tetap optimis dengan materi-materi lagu dan skill bermusik yang kami punya. Yah..tetap semangat dan terus berusahalah!

Selain bermusik, ada nggak keinginan Bojes untuk nyoba hal yang lain?Dulu pernah sih, aku nyoba main di FTV. Cuma, kayaknya aku nggak cocok. Soalnya, waktu itu kita masih baru dan masih kaku. So, kayaknya mau konsen ke nyanyi dulu. Hehe.

Nah, ceritain dong buat Xpre-siholic, tentang masa remajanya Bojes, yang paling berkesan?Wah. .banyak banget yang berkesan saat masa remaja. Kayak hang out bareng teman-teman, sampai mulai jatuh cinta! Hehe. Aku dulu juga pernah kabur dari sekolah loh! Tapi, yang ini jangan ditiru sama teman-teman Xpresiholic yah.

Hehe. Tapi, hal seperti itu yang bikin aku tuh jadi ingat masa-masa remaja. Kolo pas sekarang aku ingat hal itu, kadang jadi ngerasa lucu dan ketawa juga. Hehe.Apa arti remaja buat Bojes?

Buat aku, masa remaja itu adalah masa di mana kita mengalami perubahan dari anak kecil ke dewasa. Dari situ kita merasakan perbedaan yang terjadi pada kita. Perbedaan dalam mengambil sikap, keputusan dan cara berpikir kita. Intinya sih, masa remaja itu harus dilakukan dengan hal yang positif dan berguna.

Lara Hati yang Tumbuh dalam Badai

WANGI Indrya (40). dalang wayang kulit asal Indramayu ini sesekali menycka air mata yang meleleh dipipi ketika bercerita pahitnya hidup tersingkir dari kehidupan sosial, sejak sang ayah ditangkap aparat atas tuduhan terlibat aktivitas Partai Komunis Indonesia (PKD.

Wangi mengisahkan suatu hari gurunya di SD (Sekolah Dasar) mengatakan ia tidak dapat lagi bersekolah karena ayahnya anggota PKL Ucapan sang guru yang juga didengar kawan-kawan sekelas membuat Wangi lantas dijauhi dan dikucilkan dari pergaulan.

Wangi tidak sendiri, di Bali seorang seniman Nyoman (nama samaran) melihat ayahnya dibu nuh atas tuduhan terlibat akti vitas PKL Ada pula Wayan Windra yang seluruh isi rumah nya dijarah, sementara sang ayah diseret keluar dari pura dan dibantai aparat, juga kisah tentang seniman ketoprak asal Yogyakarta Bondan Nusantara yang dikeluarkan dari SMP karena ibunya dituduh anggota organisasi terlarang.

Kisah hidup anak-anak yang tcrdiskriminasi karena orang tua mereka menjadi korban Tragedi Kemanusiaan 1965/1966 ini terangkum dalam sebuah film dokumenter berjudul "Tumbuh Dalam Badai". Film ini digarap oleh sutradara IGP Wiranegara bersama anggota kelompok pekerja seni yang tergabung di Lembaga Kreativitas Kemanusiaan (LKK).

Sung produser. Pulu Oka Sukanta mengungkapkan film Tni merupakan produksi ketiga LKK. "Tumbuh Dalam Badai" dikerjakan dengan dana sekitar Rp60 juta dalam jangka waktu sekitar dim tahun.

"Film ini dibual bukan untuk menguak kesedihan, tetapi cerminan agar kehidupan di masadepan hal semacam ini tidak terjadi. Bagi Wangi dan kawan-kawannya, menuturkan pengala man mereka sesungguhnya merupakan terapi bagi jiwa yang trauma." ujar Oka yang juga sastrawan kelahiran Bali, 1939.

Bergulirnya kisah para tokoh dalam film ini sangat ringan dan tidak cengeng, meski mengisahkan kesedihan. Di sinilah sutra dara Wiranegara memegang peranan besar.

Alumni Fakultas Film dan TV IKJ ini memutar balik ingatan penonton ke era 1965/1966 melalui kisah Wangi dan ketika kawannya itu.

Pria berambut panjang scbahu ini berhasil membuat film dokumenter menjadi ringan dan mudah dicerna. Ia juga secara halus dapat mengolah cerita kesedihan yang diungkap para tokoh men jadi sebuah fakta yang bergulir, mengalir begitu saja, tidak cc ngcng. atau bertujuan menguras air mau penontonnya.

Kepiawaian Wiranegara memang tidak perlu diragukan dalam menggarap film dokumenter. Ia (elah menghasilkan sejumlah film dokumenter seperti "Pakubuwono XII. Berjuang Untuk Sebuah Eksistensi", "Menyemai Terang dalam Kelam", dan "Meniti Buih Gelombang Tsunami". Pada Festival Film Indonesia 2005 lalu, filmnya "Pakubuwono XII" berhasil menyabet Piala Citra untuk kategori film dokumenter terbaik.

"Saya membual film ini bukan untuk menguras air mata penonton, tapi saya ungkap kenyataan hidup mereka untuk mewakili suara-suara hati orang-orang yang memiliki kesamaan penga laman dengan Wangi dan kawan-kawan. Keterwakilan ini semoga membikin lara hati mereka terobati," ujarnya.

Kesenian


Dikisahkan dalam film berdurasi satu jam itu, kehidupan yang terpinggirkan dari lingkungan sekitar membuat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang berhati kuat, pantang menyerah, dan bertahan hidup dengan mengembangkan diri menjadi manusia baru.

Dunia kesenian yang lekat dalam jiwa para tokoh ini seolah menjadi pengobat lara hati mereka. Wangi sejak kecil telah dikenalkan pada dunia pewayangan oleh ayahnya yang berprofesi sebagai dalang wayang kulit Bagi Wangi, berkcsenian tidak hanya menjadi pclipur lara, tapi juga sarana pembelajaran agar menjadi manusia yang lebih arif.

Ibunda Bondan. Ny Kadari-yah. adalah primadona ketoprak di Yogyakartapada 1960-an. Darah seni Bondan mengalir dari sang ibu, sehingga ketika ia putus sekolah dan tak memiliki uang sepeserpun. Bondan menerjuni dunia ketoprak sebagai pemain, penulis naskah, hingga suatu hari ia bisa menembus pentas inter nasional.

"Saya memilik hidup berkese nian karena mau apa lagi, pada waat ibu saya dipenjara saya dikeluarkan dari sekolah, hidup numpang di sana-sini, dan tidak punya uang. Ternyata jalan yang saya pilih tidak salah," katanya.

Bagi Bondan, berkesenian membikin jiwanya tcrasah lebih peka dan dapat berempati dengan orang lain. Melalui kesenian ia menyampaikan pesan-pesan positif pada masyarakat tentang bagaimana hidup saling meng hormati dan menghargai.

"Awalnya pasti sedih menjalani, tapi saya tidak putus asa. Saya ingin tunjukan pada semua orang bahwa anak seorang tapol dan dituduh terlibat IM ternyata bisa berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat, bisa bcrpres tasi, dan membawa nama baik negara," ujar Bondan yang di awal karirnya berpentas dari kampung ke kampung.

Nyoman yang sampai sekarang belum berani menunjukkanidentitasnya sebcn#nya sebagai anak bekas tapol juga menemukan rasa tenang dan nyaman dengan berkesenian. Sesekali Nyoman masih mengalami ketakutan yong luar biasa ketika terbangun dari tidur karena terbayang pengalaman masa kecilnya yang buruk.

"Saya melihat sendiri ketika ayah saya diseret keluar dari pura. Beberapa penduduk menu tup mata saya agar tidak melihat beliau dibantai dan dibunuh," ujar Wayan dnegan suara parau.

Setelah pembantaian itu, hati Wayan semakin .sakit melihat ayahnya tewas dalam posisi jenazah terkelungkup di tanah. Tidak ada tetangga sekitar rumah yang berani menolong Wayan dan sang ibu karena khawatir mereka dianggap anggota PK1.

"Saya tahu orang-orang yang membantai itu sengaja meletak kan jenazah ayah terkelungkup di tanah. Dalam kepercayaan orang Bali, dengan posisi itu arwahnya tidak akan bisa sampai ke sisi Sang Hyang Widhi. Itulah mengapa saya sangat sedih." tambahnya.

Menyentuh


"Tumbuh Dalam Badai" menggabungkan gambar-gambar nyata berisi keseharian para tokoh dengan gambar-gambar ilustrasi berwarna hitam putih yang digarap Gumelar Demo karsono.

Gambar ilustrasi itu menggam barkan cerita yang disampaikan oleh masing-masing tokoh. Dengan gambar-gambar yang unik menggunakan pensil hitam itu tidak terlihat kasar dan sadis meski sebenarnya kisah yang diungkapkan para tokoh itu menyakitkan.

Soal memadukan gambar nyata dan gambar ilustrasi, nama Sastha Sunu yang bekerja di belakang perangkat editing tampaknya tidak perlu diragukan lagi. Kerja keras Sastha benar-benar memanjakan mata penonton dengan perpad.uan gambar yang halus, ini menjadi sesuatuyang menjadi kelebihan, sebab biasanya film-film dokumenter seringkali lemah dalam editing.

Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini bukan nama baru di dunia perfilman Indonesia. Ia sudah mengerjakan editing latih dari 20-an film layar lebar. Sastha juga mendapat kepercayaan dari sutradara Nan T Achnas untuk menggarap editing filmnya "The Photograph". Film ini kemudian berhasil meraih penghargaan kategori "Editing Terpilih" dalam Festival Film Jakarta 2007.

Dalam pemutaran perdana film ini di Goethe Haus perte nganan Januari lalu, "Tumbuh Dalam Badai" mendapat tangga pan positif dari berebagai pihak. Tanggapan yang bermunculan terutama tentang temanya yang menyentuh dan penggarapan produksi filmnya yang sangat kreatif.

"Ada energi positif yang membuat saya nyaman melihat film ini. Saya melihat para tokohnya menuturkan dengan sedih, tapi sesungguhnya mereka sedang memberi kita motivasi bahwa keterpurukan dalam hidup tidak perlu ditangisi, lapi harus berani melakukan sesuatu untuk mengubah hidup mereka itu." ujar Kiki, dari Departemen Komuni kasi FISIP Universitas Indonesia.

Seorang penonton lain. Gi-lang, mengaku tersentuh hatinya setelah menyaksikan film terse but. Sebagai anak mantan tapol Gilong mengakui selama ini takut untuk mengakui bahwa bapak nya pernah dipenjara tanpa diadili hingga bertahun-tahun lamanya atas tuduhan terlibat dalam PKL

"Saya melihat Mbak Wangi dan tokoh yang lain tidak malu mengakui siapa identitas bapak nya.

Sekarang mata hati saya rasanya mulai terbuka dan mung kin suatu saat nanti saya mem punyai keberanian yang sama dengan mereka untuk mengakui siapa sebenarnya ayah saya," demikian ujar Gilang.

Wednesday, February 13, 2019

Ini Dia, 6 Ramuan Alami Untuk Mengobati Batuk Disertai Sesak Nafas

Berikut ini adalah obat alami yang dapat Anda manfaatkan untuk mengatasi batuk disertai sesak nafas, salah satunya bisa mengatasi masalah pernafasan yang serius:

Obat Tradisional Pertama
Bunga kenanga, ternyata tumbuhan yang memiliki aroma terapi ini berkhasiat untuk mengatasi batuk disertai sesak nafas karena bronkitis. Cara membuatnya dijadikan obat adalah dengan merebus secukupnya bunga kenanga sampai mendidih. Konsumsi air sari dari bunga kenanga sebanyak satu kali sehari. Untuk menambahkan rasa, silahkan campurkan madu secukupnya.

Obat Tradisional Kedua
Kayu manis dan madu, dikutip dari kompasiana.com, perpaduan dari bahan alami ini sudah dipercaya mampu mengatasi berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah untuk mengatasi batuk dan sesak nafas. Caranya, sipakan 2,5 gram kayu manis dan 1/2 gelas air panas, campurkan madu secukupnya dan aduk sampai merata. Konsumsi ramuan tersebut dipagi dan sore hari sesudah makan.

Obat Tradisional Ketiga
Siapkan 3 buah kapulaga dan 3 gelas air. Anda dapat merebusnya hingga mendidih sampai tersisa satu gelas, tiriskan dan konsumsi air rebusan tadi.

Obat Tradisional Keempat
Anda perlu menyiapkan 1 buah jeruk nipis, 1 sendok gula aren dan 2 buah bawang putih. Potong dan peras jeruk nipis, tambahkan bawang putih yang




sudah dihaluskan, dan masukan 1 sendok gula aren. Seduh dengan satu gelas air panas, dikonsumsi sebanyak satu kali sehari dipagi hari.

Obat Tradisional Kelima
Siapkan 10-15 gram tanaman kasingsat kering dan air 4 gelas. Cara membuatnya adalah rebus kasingsat kering dalam 4 gelas air hingga mendidih sampai tersisa 2 gelas. Tiriskan dan konsumsi sebanyak 2 kali sehari satu gelas.

Obat Tradisional Keenam
Pasti Anda sering mendengar minuman jahe?, jahe sangat baik sekali untuk melegakan tenggorokan dari batuk dan sesak nafas. Cara membuatnya adalah siapkan 3 ruas jahe, bakar jahe terlihat kecoklatan, tumbuk dan seduh dengan air panas. Anda dapat mencampurkan gula aren atau madu sebagai penambah rasa.



Itulah beberapa cara mengatasi batuk disertai sesak nafas dengan menggunakan bahan alami, sangat mudah bukan?.